Sudahlah hal yang lumrah bagi mereka yang ingin memenangkan hati seorang Pangeran harus menawarkan kepadanya hadiah-hadiah yang merupakan harta mereka yang paling berharga, harta yang mereka ketahui akan disukai sang Pangeran…
…dengan kerja keras saya yang terbesar, saya telah mempertimbangkan dan meneliti apa yang dilakukan orang-orang hebat, dan sekarang saya mempersembahkan hasil kerja kepada Yang Mulia, yang saya tulis dalam sebuah tulisan yang singkat.
Dalam awal bab Machiavelli lebih banyak menjelaskan tentang jenis-jenis dan sejarah jatuh-bangunnya pemerintahan. Dalam bagian awal bab dia membuka kalimat sebagai berikut:
Semua negara dan dominion yang memegang kekuasaan dan mengontrol manusia adalah berbentuk republik atau kerajaan.
Semisal rekomendasi Machiavelli agar seorang Pangeran dapat memerintah dominion yang didudukinya:
Ketika daerah-daerah yang telah dikuasai tersebut telah terbiasa dengan Undang-undang mereka, ada tiga cara untuk mempertahankannya (kekuasaan Anda). Yang pertama adalah dengan merampas hak milik mereka; kedua adalah untuk ke sana dan menetap di sana; ketiga adalah untuk memperbolehkan mereka hidup dengan Undang-undang mereka sendiri, berikan penghargaan kepada mereka, dan mendirikan sebuah pemerintahan di dalam negara tersebut, yang terdiri dari beberapa orang yang akan menjadi sekutu Anda dari dalam.
Selain itu ada cara lain selain kekuasaan yang berasal dari keberuntungan ataupun kemampuan diri, yaitu melalui kelicikan dan melalui bantuan teman-teman. Dalam bagian ini dia merekomendasikan:
Membunuh sahabat seperjuangan, mengkhianati teman-teman sendiri, tidak memiliki iman, tidak memiliki rasa kasihan dan tidak memiliki agama; Kesemua hal ini tidak dapat digolongkan tindakan yang bermoral, namun metode-metode ini dapat memberikan kekuatan, namun bukan kemuliaan.
…dia harus selalu berhati-hati dalam mempercayai dan bertindak, dia juga tidak boleh takut akan bayangannya sendiri, dan harus berhati-hati dalam bertindak dan bijak, sehingga apabila dia terlalu percaya diri dia tidak dianggap tidak berhati-hati, dan apabila tidak memiliki kepercayaan kepada diri sendiri dia tidak dianggap tidak memiliki toleransi.
Dari hal ini muncul pertanyaan apakah lebih baik sang Pangeran dicintai ataukah ditakuti, ataukah dia harus ditakuti lebih daripada dicintai. Jawabannya adalah ini, bahwa dia harus dicintai dan juga ditakuti, namun karena kedua hal ini sulit berjalan berdampingan, maka lebih aman apabila sang raja lebih ditakuti daripada dicintai, apabila satu dari kedua hal ini harus dimiliki. Karena seringkali manusia secara umum disebut tidak tahu berterima kasih, munafik, tamak, takut akan bahaya; selama anda memberi keuntungan kepada mereka, harta mereka, hidup mereka, dan anak-anak mereka, dan seperti yang saya katakan sebelumnya, ketika tekanan dan bahaya mendekat, mereka memberontak…
Oleh karena itu saya Menyimpulkan bahwa, sehubungan dengan rasa takut dan cinta, bahwa manusia mencintai dengan kehendak mereka sendiri, namun mereka takut atas kehendak pangeran mereka, dan bahwa seorang pangeran yang bijak harus bergantung pada apa yang ada dalam kekuasaannya dan tidak pada apa yang berada pada kekuasaan orang lain, dan bahwa dia hanya harus menghindari dirinya dibenci oleh masyarakatnya, seperti yang telah di bahas di atas.
Anda haru mengetahui bahwa ada dua metode dalam berperang (merebut kekuasaan), pertama adalah dengan Undang-undang dan kedua adalah dengan kekerasan. Metode yang pertama dilakukan oleh manusia, sedangkan yang kedua digunakan oleh binatang liar; namun karena metode pertama seringkali tidak cukup, metode yang kedua harus digunakan.
…karena manusia umumnya dinilai dari apa yang dilihat oleh mata daripada apa yang dirasakan tangan. Karena semua orang dapat melihat namun hanya sedikit orang yang dapat merasakannya. Setiap orang melihat apa yang kelihatan di luar, hanya beberapa orang yang merasakan, dan mereka yang sedikit tersebut tidak akan pernah berani melawan mereka yang banyak yang memiliki kekuasaan tertinggi negara untuk mempertahankan diri mereka; dan dalam tindakan-tindakan manusia dan khususnya tindakan-tindakan para Pangeran, yang tidak memiliki pertimbangan, hasil terakhir adalah segalanya.
Rujukan:
Machiavelli, N. 1513. Il Principle (Sang Pangeran). Terj (Dwi Ekasari Aryani). Penerbit Narasi:






0 komentar:
Posting Komentar