Vegetarian: Cara Tercepat Mengerem Pemanasan Global

Sebagaimana yang telah disampaikan sebelumnya, pada November 2006 PBB telah merilis laporan mengejutkan yang berhasil membuka mata dunia bahwa ternyata 18% dari emisi gas rumah kaca datang dari aktifitas pemeliharaan ayam, sapi, babi, dan hewan-hewan ternak lainnya. Di sisi lain, mobil, sepeda motor, truk-truk besar, pesawat terbang, dan semua sarana transportasi lainnya yang bisa Anda sebutkan hanya menyumbang 13% emisi gas rumah kaca. Bayangkanlah kenyataan ini: Ternyata penghasil utama emisi gas berbahaya yang mengancam kehidupan planet kita saat ini bukanlah mobil, sepeda motor, ataupun truk dan bus dengan polusinya yang menjengkelkan Anda. Tetapi emisi berbahaya itu datang dari sesuatu yang nampak sederhana, tidak berdaya, dan nampak lezat di meja makan Anda. Yaitu daging!

Mungkin bagi Anda hal ini sangat berlebihan. Tetapi ketahuilah bahwa laporan ini bukan dirilis oleh sekelompok ilmuwan paranoid yang tidak kompeten, ataupun peneliti dari tingkat universitas lokal. Laporan ini dirilis langsung oleh PBB melalui FAO (Food and Agriculture Organization—Organisasi Pangan dan Pertanian). Tentu agak sulit membayangkan bagaimana mungkin seekor anak ayam yang terlahir dari telurnya yang begitu rapuh, yang terlihat begitu kecil dibandingkan luasnya planet ini, bisa memberikan pengaruh yang begitu besar pada perubahan iklim. Jawabannya adalah pada jumlah mereka mereka yang luar biasa banyak. Amerika Serikat saja menjagal tidak kurang dari 10 miliar hewan darat setiap tahunnya (tidak termasuk ikan dan hewan laut lainnya). Bayangkan berapa banyak jumlahnya bila digabungkan dengan seluruh dunia.

Untuk membantu Anda membayangkan bagaimana sektor peternakan bisa menghasilkan emisi yang begitu besar, simaklah beberapa poin berikut ini:

1Pemeliharaan hewan ternak memerlukan energi listrik untuk lampu-lampu dan peralatan pendukung peternakan, mulai dari penghangat ruangan, mesin pemotong, dll. Salah satu inefisiensi listrik terbesar adalah dari mesin-mesin pendingin untuk penyimpanan daging. Baik yang ada di peternakan maupun yang ada di titik-titik perhentian (distributor, pengecer, rumah makan, pasar, dll) sebelum daging tersebut tiba di rumah/piring makan Anda. Anda tentu tahu bahwa mesin-mesin pendingin adalah peralatan elektronik yang sangat boros listrik/energi.

2Transportasi yang digunakan, baik untuk mengangkut ternak, makanan ternak, sampai dengan elemen pendukung peternakan lainnya (obat-obatan dll) menghasilkan emisi karbon yang signifikan.

3Peternakan menyedot begitu banyak sumber daya pendukung lainnya, mulai dari pakan ternak hingga obat-obatan dan hormon untuk mempercepat pertumbuhan. Mungkin sepintas terlihat seperti pendukung pertumbuhan ekonomi. Tapi dapatkah Anda membayangkan berapa banyak lagi emisi yang dihasilkan tiap industri pendukung tersebut? Perekonomian yang maju tidak ada lagi artinya kalau planet kita hancur! Masih banyak sektor-sektor industri ramah lingkungan yang bisa dikembangkan di dunia ini. Jadi mengapa harus mengembangkan sektor yang membahayakan kehidupan kita semua?

Sumber: Publikasi tanggal 27 Januari 2008

4Peternakan membutuhkan lahan yang tidak sedikit. Demi pembukaan lahan peternakan, begitu banyak hutan hujan yang dikorbankan. Hal ini masih diperparah lagi dengan banyaknya hutan yang juga dirusak untuk menanam pakan ternak tersebut (gandum, rumput, dll). Padahal akan jauh lebih efisien bila tanaman tersebut diberikan langsung kepada manusia. Peternakan sapi saja telah menyedot makanan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan kalori 8,7 miliar orang! Lebih dari jumlah populasi manusia di dunia. KELAPARAN DUNIA TIDAK AKAN TERJADI JIKA SEMUA ORANG BERVEGETARIAN. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa seorang vegetarian menyelamatkan hingga setengah hektar pepohonan setiap tahunnya! Hutan hujan tropis mengalami penggundulan besar-besaran untuk menyediakan lahan peternakan. Lima puluh lima kaki persegi hutan tropis dihancurkan hanya untuk menghasilkan satu ons burger! Perusakan hutan sama dengan memperparah efek pemanasan global karena CO2 yang tersimpan dalam tanaman akan terlepaskan ke atmosfer bersamaan dengan matinya tanaman tersebut.

5Hewan-hewan ternak seperti sapi adalah polutan metana yang signifikan. Sapi secara alamiah akan melepaskan metana dari dalam perutnya selama proses mencerna makanan (kita mengenalinya sebagai bersendawa—glegekan kata orang jawa). Metana adalah gas dengan emisi rumah kaca yang 23 kali lebih buruk dari CO2. Dan miliaran hewan-hewan ternak di seluruh dunia setiap harinya melakukan proses ini yang pada akhirnya menjadi polutan gas rumah kaca yang signifikan. Tidak kurang dari 100 milliar ton metana dihasilkan sektor peternakan setiap tahunnya!

6Limbah berupa kotoran ternak mengandung senyawa NO (Nitrogen Oksida) yang notabene 300 kali lebih berbahaya dibandingkan CO2. Pertanyaannya adalah: Memangnya seberapa banyak kotoran ternak yang ada? Di Amerika Serikat saja, hewan ternak menghasilkan tidak kurang dari 39,5 ton kotoran per detik! Bayangkan berapa banyak jumlah tersebut di seluruh dunia! Jumlah yang luar biasa besar itu membuat sebagian besar kotoran tidak dapat di proses lebih lanjut menjadi pupuk atau hal-hal berguna lainnya, akhirnya yang dilakukan oleh pelaku industri peternakan modern adalah membuangnya ke sungai atau ke tempat-tempat lain yang akhirnya meracuni tanah dan sumber-sumber air. Kontribusi gas NO dari sektor peternakan sangatlah signifikan!

Metana dan Nitro Oksida yang berasal Dari sistem pencernaan dan kotoran hewan menghasilkan emisi gas rumah kaca lebih hebat dari semua mobil,kereta api, dan pesawat digabungkan

Lakukanlah sesuatu! JADILAH VEGETARIAN! Inilah hal yang TERBAIK yang bisa Anda lakukan bila Anda ingin menyumbangkan sesuatu bagi usaha dunia mengerem pemanasan global, disamping dari segala penghematan listrik dan energi yang Anda lakukan.

Penelitian Universitas Chicago telah menunjukkan bahwa seorang vegetarian dapat mengurangi emisi karbon hingga 1,5 ton setiap tahunnya! Jumlah ini bahkan lebih banyak dari mengganti mobil Anda dengan Toyota Prius yang hanya menghemat 1 ton emisi karbon setiap tahunnya. Beberapa media massa luar negeri bahkan menyebut “Vegetarian is the new Prius!”

Berubah menjadi vegetarian tidak membutuhkan biaya apa-apa, bahkan menghemat anggaran belanja Anda. Bandingkan dengan membeli mobil ramah lingkungan yang harganya sangat mahal dan hanya bisa dijangkau oleh orang-orang berduit. Janganlah berpikir bahwa Anda sendirian tidak akan dapat membuat perbedaan karena masih banyak orang di luar sana yang masih melakukannya. Jadilah contoh bagi mereka. Informasi dan contoh nyata dari satu orang dapat menginspirasi ratusan bahkan ribuan orang lainnya. Ini bukanlah candaan ataupun pujian yang dibuat-buat: Tetapi Andalah calon-calon penyelamat dunia ini dengan pilihan dan tindakan Anda yang akan menginspirasi orang-orang lainnya. Seribu orang yang beralih ke pola makan vegetarian sama dengan pengurangan 1.500 ton emisi karbon per tahun. Bila 10% saja dari penduduk Indonesia bervegetarian, kita telah mengurangi sedikitnya 30 juta ton emisi karbon per tahun! Suatu angka penghematan yang sangat fantastis!

Alasan bervegetarian saat ini bukan lagi hanya karena Anda sok baik/peduli pada nasib hewan. Bukan hanya karena Anda sok suci/spiritual. Bukan juga hanya karena Anda peduli pada kesehatan Anda, tetapi lebih dari itu: Anda ingin hidup lebih lama di planet ini dan Anda ingin mewariskan masa depan yang layak bagi Anak cucu Anda kelak! Entah apa yang akan dipikirkan oleh anak cucu kita ketika mereka tahu bahwa masa suram yang mereka jalani di masa depan adalah buah dari ketidakpedulian orang tua mereka.

Berubahlah! apalah artinya mengganti sepotong empal dengan sepotong tahu, bila hal ini berhubungan langsung dengan keselamatan Anda, dan juga masa depan anak cucu Anda. Sesederhana itu untuk menyelamatkan dunia: Lepaskanlah daging dari piring makan Anda! Mulai sekarang, ketika Anda merasa cuaca sangat panas, atau ketika Anda melihat berita bencana alam yang mengerikan di TV atau di koran pagi ini, renungkanlah kembali apa yang baru saja Anda makan tadi malam.

Penyelesaian untuk Krisis Energi: Bahan Bakar Alternatif dan Diet Vegetarian

Mengikuti diet vegetarian bahkan lebih efektif dalam mengurangi emisi rumah kaca daripada mengendarai sebuah kendaraan listrik hibrida, menurut sebuah karya tulis yang diterbitkan pada tanggal 12 April 2006 di Earth Interactions, sebuah jurnal dari Persatuan Geofisika Amerika. Profesor Gidon Eshel dan Pamela Martin dari Universitas Chicago menyimpulkan bahwa mengikuti diet vegan mengurangi emisi C02 sebanyak 1,5 ton tiap tahun, dibanding 1 ton yang dihemat bila berpindah dari sebuah mobil biasa (Toyota Camry) ke sebuah mobil hibrida (Toyota Prius).

Hal yang sangat mengejutkan pada penelitian adalah biaya energi dari memakan ikan hampir sama besarnya dengan makan daging merah. Ini karena biaya yang sangat besar dari menjaring ikan di kapal. Di antara para ahli biologi, ikan dan daging sering dianggap “protein murah” bagi hewan pemangsa. Tetapi, hal sebaliknya berlaku bagi produksi makanan manusia. Untuk manusia, efisiensi energi (energi keluaran dibagi dengan energi masukan) dari protein udang, misalnya, adalah 0.5%, dibanding 510% untuk gandum. Produk-produk hewani lainnya jatuh dalam kisaran 3%. Ini baru menyangkut protein dan belum termasuk nutrisi lainnya; dan dalam hal ini buah-buahan dan sayuran adalah sumber-sumber yang jauh lebih efisien.

Para peneliti menegaskan bahwa studi mereka belum memperhitungkan biaya energi jangka panjang yang sangat besar sehubungan dengan pemakaian sumber-sumber daya alam seperti air dalam produksi daging. Dr. Eshel menyimpulkan, "Kami katakan bahwa semakin Anda sanggup menjalankan diet vegan dan semakin jauh dari makanan berdaging, maka semakin baik bagi planet ini.

Kunci untuk Mengurangi Pemanasan Global dan Penipisan Sumber Alam

Saat ini, masalah pemanasan global dan berkurangnya sumber alam seperti bahan bakar fosil, air segar, dan humus adalah tantangan paling sulit yang pernah dihadapi oleh manusia. Para ilmuwan telah menyimpulkan bahwa mengurangi pengeluaran karbon dioksida (CO2) akan memperkecil pemanasan global, sehingga pada tahun 1997, 181 pemerintahan menandatangani Protokol Kyoto untuk mengurangi emisi bahan kimia beserta lima “gas rumah hijau” lain. Walaupun tindakan ini merupakan suatu langkah positif, dalam majalah ilmiah Physics World (Dunia Fisika) terbitan bulan Juli 2005, fisikawan Inggris, Alan Calverd, mengusulkan suatu cara yang lebih sederhana untuk menghilangkan pemanasan global---berhenti makan daging. Artikelnya “Suatu Pendekatan Radikal terhadap Kyoto” telah tersebar dengan cepat melalui internet dan sedang menjadi pembicaraan hangat di kalangan para ilmuwan.

Walaupun Calverd bukan seorang vegetarian, ia mengakui pemborosan terbesar dari sumber alam dan energi disebabkan oleh meningkatnya jumlah ternak hewan untuk dimakan. Jadi, ia menghitung bermacam-macam pemakaian energi yang menghasilkan CO2, seperti pembakaran bahan bakar fosil dan manusia, serta metabolisme ternak. Ia menemukan bahwa 21% konsumsi energi itu untuk mempertahankan peternakan hewan. Sama dengan pembuangan bahan bakar mobil, pernapasan ternak menghasilkan jumlah CO2 yang sangat besar, dan hal ini merupakan salah satu penyebab pemanasan global. Tetapi faktor ini tidak dimasukkan ke dalam kategori emisi buatan manusia oleh para ilmuwan iklim dan politikus, karena mereka menganggap bahwa hal itu bukanlah suatu fenomena buatan manusia yang tidak dapat diubah.

Lebih lanjut, dari 21% ini, Calverd tidak memasukkan emisi karbon dioksida, seperti produksi pakan, penjagalan mekanis, pengeluaran isi perut, pengemasan, transportasi, dan pendinginan.

Perhitungan yang lebih lengkap mengenai jumlah energi untuk produksi daging telah dilakukan oleh Dr. David Pimentel dari Universitas Cornell, seorang ahli agraria, yang tidak terlibat dalam gerakan vegetarian. Ia terus meneliti jumlah energi dari ‘pertumbuhan’ produksi daging selama sepuluh tahun dan telah menulis 560 makalah ilmiah serta 23 buku mengenai persoalan tersebut. Dr. Pimentel juga sering kali menduduki jabatan di kursi pemerintahan yang mengawasi industri daging. Ia berulang kali memberitahu sesama rekan ilmuwan daging lainnya, ”Saya tidak membuat suatu keputusan moral apa pun. Saya hanya memberikan Anda data.”

Dalam makalahnya di tahun 2004 “Produksi Ternak dan Penggunaan Energi”, Pimentel memperkirakan bahwa jumlah bensin di Amerika Serikat yang digunakan untuk menopang pola makan daging, jumlahnya sangat mencengangkan, yaitu sebanyak 401 galon bensin setiap tahun, sedangkan untuk pola makan vegetarian sebanyak 219 galon bensin. Jumlah ini meningkat secara dramatis dengan semakin banyak daging yang dimakan seseorang. Pimentel juga mengalkulasi: jika seluruh dunia mempunyai pola makan seperti orang-orang di Amerika Serikat, cadangan minyak tanah Bumi akan habis hanya dalam waktu tiga belas tahun. Yang paling luar biasa adalah observasi berikut ini:

Bahkan mengendarai mobil-mobil mewah yang menyedot banyak bensin dapat menghemat energi daripada berjalan kaki. Jumlah kalori yang Anda bakar dengan berjalan kaki berasal dari diet Standar Amerika! Ini karena energi yang dibutuhkan untuk menghasilkan makanan yang akan Anda bakar saat berjalan kaki dalam jarak tertentu adalah lebih besar daripada energi yang diperlukan untuk mengisi bensin di mobil Anda untuk jarak yang sama, dengan asumsi bahwa mobil tersebut menempuh jarak 24 mil setiap galonnya atau lebih dari itu.

Di samping itu, perhitungan yang sama pada saat naik sepeda, dari situs web http://www.bicycleuniverse.info/ mengungkapkan bahwa bersepeda pada pemakan daging memerlukan konsumsi bahan bakar-fosil sama banyak dengan mengendarai sebuah mobil. Emisi lain yang berkaitan dengan daging yang sering terlupakan adalah metana, sebuah produk dari pencernaan makanan anaerob yang dihasilkan ketika seekor sapi mengeluarkan napas. Sebuah studi dari NASA (National Aeronautics and Space Administration) yang diumumkan dalam majalah ilmiah Surat Penelitian Geofisika (Geophysical Research Letters) terbitan bulan Februari 2005 mengungkapkan bahwa karena pengaruh metana pada lapisan ozon di atmosfer, metana menimbulkan pemanasan global dua kali lipat dari yang sebelumnya diperkirakan (10%), dan pola makan daging bertanggung jawab atas sepertiga dari emisi metana biologis.

Statistik lain yang mengejutkan adalah bahwa sembilan miliar hewan ternak yang dipelihara di Amerika Serikat mengonsumsi tujuh kali lipat padi daripada yang dimakan oleh populasi manusia di negara tersebut. Persentase dari padi yang diberikan kepada hewan ternak juga membubung tinggi di negara-negara berkembang seperti Cina, Mesir dan Meksiko. Lebih jauh lagi, menurut Institut Pengawasan Dunia (Worldwatch Institute), tiap pon daging yang diberi makan dengan padi, telah mengakibatkan 35 pon humus terkikis. Jadi untuk mempertahankan pola makan daging, kita memerlukan lebih dari 4.000 galon air setiap hari dibandingkan dengan 300 galon air yang dibutuhkan oleh para vegetarian.

Menurut ahli ekologi ternama Mathis Wackernagel, pola makan daging hewan adalah alasan utama manusia menghabiskan kapasitas-bio jangka panjang planet ini dalam kecepatan yang tidak dapat ditahan. Oleh karena itu, banyak ilmuwan seperti Wackermagel dan Calverd secara ilmiah telah membuktikan bahwa mengonsumsi daging dapat menguras sumber alam Bumi. Tetapi pokok persoalan lain yang tidak dapat diukur dan perlu dipertimbangkan adalah aspek kesejahteraan hewan serta pengaruh moral dari penyembelihan hewan secara massal terhadap kesadaran manusia.

Referensi:

http://www.fao.org/newsroom/en/news/2006/1000448/index.html http://www.nytimes.com/2007/08/29/business/media/29adco.html?st=cse&sq=Livestock+global+warming&scp=20 http://www.huffingtonpost.com/kathy-freston/taking-global-warming-per_b_74497.html http://www.huffingtonpost.com/kathy-freston/vegetarian-is-the-new-pri_b_39014.html

Antivirus Terbaik tahun 2008 (Av-comparatives)

Di akhir tahun 2008 ini, Av-Comparatives, salah satu lembaga independen yang melakukan berbagai test Antivirus terbaik dunia membuat ringkasan Antivirus terbaik dari 4 test yang dilakukan selama tahun 2008. Av-comparatives kemudian memberikan award (penghargaan) dan menentukan siapa pemenangnya

Dengan menggunakan hasil 4 kali test selama tahun 2008 ( Februari, Mei, Agustus dan November) siapa yang berhak mendapatkan “Antivirus Award 2008″ ? Kemudian apa antivirus terbaik di masing-masing kategori ?

Hasil 4 kali Test Antivirus selama tahun 2008

Av-comparatives menggaris bawahi bahwa hanya High Quality Antivirus dengan kemampuan deteksi yang bagus yang boleh berpartisipasi dalam test-nya. Kemudian hasil/level “STANDARD” saja merupakan hasil yang cukup bagus, karena telah memenuhi kriteria minimum.

Pemenangnya

Dari hasil-hasil test tersebut Av-Comparatives membuat ringkasan mengenai kategori-kategori Antivirus terbaik di tahun 2008 ini :

  • Keseluruhan ( Antivirus Terbaik di tahun 2008 ) : AVIRA (kandidat kedua adalah ESET NOD32)
  • Kemampuan deteksi virus langsung : AVIRA ( kandidat berikutnya adalah Avast, AVG, ESET NOD32, GDATA AVK, KAspersky, Symantec Norton Antivirus dan Trustport)
  • Proactive on-demand detection rate : ESET NOD32 ( kandidat berikutnya adalah AVIRA)
  • Kesalahan mendeteksi terkecil : McAfee ( kandidat berikutnya adalah Microsoft)
  • Kecepatan scan langsung : Symantec Norton Antivirus ( kandidat berikutnya adalah AVIRA)
  • Copy File dengan Kecepatan scan : Kaspersky ( kandidat kedua adalah ESET NOD32)
  • Keseluruhan Performa terbaik : ESET NOD32 ( berikutnya Avast, Avira, BitDefender, GDATA AVK, McAfee, Microsoft, Symantec Norton Antivirus, VBA32 )

Informasi selengkapnya tentang komentar atau review singkat masing-masing antivirus diatas oleh av-Comparatives, silahkan mengunjungi langsung website Av-Comparatives dilihat menu Comparatives dan silahkan download file Report PDF Bulan Desember 2008.

Penyebab Utama Pemanasan Global

Ada banyak cara yang harus diketahui untuk mengurangi emisi karbon dioksida, yaitu mengurangi penggunaan bahan bakar fosil; menggunakan energi terbarukan seperti energi surya atau angin; mengurangi, menggunakan kembali, dan mendaur ulang barang-barang keperluan sehari-hari; mengendarai mobil berbahan bakar efisien atau yang menggunakan energi alternatif; menggunakan alat-alat elektronik yang hemat energi, dan lain-lain. Namun cara yang paling cepat untuk menghentikan pemanasan global adalah menjalani diet vegetarian!

Dalam konferensi pers pada tanggal 15 Januari yang diselenggarakan oleh Panel Antar Pemerintah untuk Perubahan Iklim (IPCC), ketua IPCC - Dr. Pachuari mengingatkan bahwa jika umat manusia tidak bertindak sekarang, maka perubahan iklim akan berdampak serius. Ia juga dengan jelas mengatakan cara untuk menghentikan perubahan iklim, yaitu dengan berhenti makan daging dan beralih ke gaya hidup yang lebih hijau.

Laporan Perserikatan Bangsa Bangsa tentang peternakan dan lingkungan yang diterbitkan pada tahun 2006 mengungkapkan bahwa, "Sektor peternakan adalah satu dari dua atau tiga penyumbang terbesar bagi krisis lingkungan yang paling serius dalam setiap skala, mulai dari lokal hingga global." Hampir seperlima (20 persen) dari emisi karbon berasal dari peternakan. Jumlah ini melampaui jumlah emisi gabungan yang berasal dari semua kendaraan di dunia!

Industri ternak ternyata telah menjadi penyebab utama dari pengrusakan lingkungan dan emisi gas rumah kaca. Memelihara ternak untuk konsumsi telah menjadi salah satu penghasil gas karbon dioksida terbesar serta menjadi satu-satunya sumber emisi gas metana dan nitro oksida terbesar. Sektor peternakan telah menyumbang 9 persen racun karbon dioksida, 65 persen nitro oksida, dan 37 persen gas metana yang dihasilkan karena ulah manusia. Gas metana menghasilkan gas rumah kaca 20 kali lebih besar dan nitro oksida 296 kali lebih banyak jauh di atas karbon dioksida. Peternakan juga menimbulkan 64 persen amonia yang dihasilkan karena campur tangan manusia sehingga mengakibatkan hujan asam.

Peternakan juga telah menjadi penyebab utama dari kerusakan tanah dan polusi air. Saat ini peternakan menggunakan 30 persen dari permukaan tanah di Bumi, dan bahkan lebih banyak lahan serta air yang digunakan untuk menanam makanan ternak. Menurut laporan Bapak Steinfeld, pengarang senior dari Organisasi Pangan dan Pertanian, Dampak Buruk yang Lama dari Peternakan - Isu dan Pilihan Lingkungan (Livestock’s Long Shadow–Environmental Issues and Options), peternakan adalah "penggerak utama dari penebangan hutan …. kira-kira 70 persen dari bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak. Selain itu, ladang pakan ternak telah menurunkan mutu tanah. Kira-kira 20 persen dari padang rumput turun mutunya karena pemeliharaan ternak yang berlebihan, pemadatan, dan erosi. Peternakan juga bertanggung jawab atas konsumsi dan polusi air yang sangat banyak. Di Amerika Serikat sendiri, trilyunan galon air irigasi digunakan untuk menanam pakan ternak setiap tahunnya. Sekitar 85 persen dari sumber air bersih di Amerika Serikat digunakan untuk itu. Ternak juga menimbulkan limbah biologi berlebihan bagi ekosistem.

Konsumsi air untuk menghasilkan satu kilo makanan dalam pertanian pakan ternak di Amerika Serikat

1 kg daging

Air (liter)

Daging sapi

1.000.000

Ayam

3.500

Kedelai

2.000

Beras

1.912

Gandum

900

Kentang

500

Selain kerusakan terhadap lingkungan dan ekosistem, tidak sulit untuk menghitung bahwa industri ternak sama sekali tidak hemat energi. Industri ternak memerlukan energi yang berlimpah untuk mengubah ternak menjadi daging di atas meja makan orang. Untuk memproduksi satu kilogram daging, telah menghasilkan emisi karbon dioksida sebanyak 36,4 kilo. Sedangkan untuk memproduksi satu kalori protein, kita hanya memerlukan dua kalori bahan bakar fosil untuk menghasilkan kacang kedelai, tiga kalori untuk jagung dan gandum; akan tetapi memerlukan 54 kalori energi minyak tanah untuk protein daging sapi!

Itu berarti kita telah memboroskan bahan bakar fosil 27 kali lebih banyak hanya untuk membuat sebuah hamburger daripada konsumsi yang diperlukan untuk membuat hamburger dari kacang kedelai!

Dengan menggabungkan biaya energi, konsumsi air, penggunaan lahan, polusi lingkungan, kerusakan ekosistem, tidaklah mengherankan jika satu orang berdiet daging dapat memberi makan 15 orang berdiet tumbuh-tumbuhan atau lebih.

Tahun lalu, penyelidik dari Departemen Sains Geofisika (Department of Geophysical Sciences) Universitas Chicago, Gidon Eshel dan Pamela Martin, juga menyingkap hubungan antara produksi makanan dan masalah lingkungan. Mereka mengukur jumlah gas rumah kaca yang disebabkan oleh daging merah, ikan, unggas, susu, dan telur, serta membandingkan jumlah tersebut dengan seorang yang berdiet vegan. Mereka menemukan bahwa jika diet standar Amerika beralih ke diet tumbuh-tumbuhan, maka akan dapat mencegah satu setengah ton emisi gas rumah kaca ektra per orang per tahun. Kontrasnya, beralih dari sebuah sedan standar seperti Toyota Camry ke sebuah Toyota Prius hibrida menghemat kurang lebih satu ton emisi CO2.

Beban gas rumah kaca yang disebabkan oleh berbagai diet hewan dibanding dengan diet vegan dengan pemasukan kalori yang sama. Sebagai perbandingan, perbedaan emisi gas rumah kaca antara berbagai model mobil juga diperlihatkan.

Misalnya, diet daging campur, yang mengkombinasikan daging merah dengan unggas dan ikan, sebanding dengan perbedaan emisi antara sebuah Suburban dan sebuah Camry saat masukan kalori dari sumber hewan mencapai 47 persen.

Pilihannya ada di dapur Anda: Sekalipun seseorang memilih untuk menutup matanya terhadap kekejaman dalam pertanian pakan ternak, akan tetapi keadaan darurat untuk menghentikan perubahan iklim dan bagaimana cara melakukannya sangatlah jelas. Sekarang bukan hanya para vegetarian atau pencinta lingkungan yang mengatakannya; tetapi ketua dari sebuah badan internasional, Dr. Pachauri, telah mengumumkan kepada dunia bahwa pengaruh makan daging telah merusak planet kita, dan bahwa kita harus menghentikan makan daging agar dapat membalikkan keadaan. Namun itu semua tergantung pada pilihan orang. Kita semua bertanggung jawab untuk membuat Bumi ini menjadi lebih sejuk, lebih bersih, dan lebih sehat. Jadi mulailah dari dapur Anda: pilihlah diet vegetarian dan bantulah mengerem perubahan iklim.

Referensi:
http://www.huffingtonpost.com/kathy-freston/vegetarian-is-the-new-pri_b_39014.html
http://www.goveg.com/environment-globalwarming.asp

"What is Global Warming ? "

"Panas banget ya hari ini!” Seringkah Anda mendengar pernyataan tersebut terlontar dari orang-orang di sekitar Anda ataupun dari diri Anda sendiri? Anda tidak salah, data-data yang ada memang menunjukkan planet bumi terus mengalami peningkatan suhu yang mengkhawatirkan dari tahun ke tahun. Selain makin panasnya cuaca di sekitar kita, Anda tentu juga menyadari makin banyaknya bencana alam dan fenomena-fenomena alam yang cenderung semakin tidak terkendali belakangan ini. Mulai dari banjir, puting beliung, semburan gas, hingga curah hujan yang tidak menentu dari tahun ke tahun. Sadarilah bahwa semua ini adalah tanda-tanda alam yang menunjukkan bahwa planet kita tercinta ini sedang mengalami proses kerusakan yang menuju pada kehancuran! Hal ini terkait langsung dengan isu global yang belakangan ini makin marak dibicarakan oleh masyarakat dunia yaitu Global Warming (Pemanasan Global). Apakah pemanasan global itu? Secara singkat pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi. Pertanyaannya adalah: mengapa suhu permukaan bumi bisa meningkat?

Penyebab Pemanasan Global

Penelitian yang telah dilakukan para ahli selama beberapa dekade terakhir ini menunjukkan bahwa ternyata makin panasnya planet bumi terkait langsung dengan gas-gas rumah kaca yang dihasilkan oleh aktifitas manusia. Khusus untuk mengawasi sebab dan dampak yang dihasilkan oleh pemanasan global, Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk sebuah kelompok peneliti yang disebut dengan International Panel on Climate Change (IPCC). Setiap beberapa tahun sekali, ribuan ahli dan peneliti-peneliti terbaik dunia yang tergabung dalam IPCC mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan penemuan-penemuan terbaru yang berhubungan dengan pemanasan global, dan membuat kesimpulan dari laporan dan penemuan- penemuan baru yang berhasil dikumpulkan, kemudian membuat persetujuan untuk solusi dari masalah tersebut . Salah satu hal pertama yang mereka temukan adalah bahwa beberapa jenis gas rumah kaca bertanggung jawab langsung terhadap pemanasan yang kita alami, dan manusialah kontributor terbesar dari terciptanya gas-gas rumah kaca tersebut. Kebanyakan dari gas rumah kaca ini dihasilkan oleh peternakan, pembakaran bahan bakar fosil pada kendaraan bermotor, pabrik-pabrik modern, peternakan, serta pembangkit tenaga listrik.

Apa itu Gas Rumah Kaca?

Atmosfer bumi terdiri dari bermacam-macam gas dengan fungsi yang berbeda-beda. Kelompok gas yang menjaga suhu permukaan bumi agar tetap hangat dikenal dengan istilah “gas rumah kaca”. Disebut gas rumah kaca karena sistem kerja gas-gas tersebut di atmosfer bumi mirip dengan cara kerja rumah kaca yang berfungsi menahan panas matahari di dalamnya agar suhu di dalam rumah kaca tetap hangat, dengan begitu tanaman di dalamnya pun akan dapat tumbuh dengan baik karena memiliki panas matahari yang cukup. Planet kita pada dasarnya membutuhkan gas-gas tesebut untuk menjaga kehidupan di dalamnya. Tanpa keberadaan gas rumah kaca, bumi akan menjadi terlalu dingin untuk ditinggali karena tidak adanya lapisan yang mengisolasi panas matahari. Sebagai perbandingan, planet mars yang memiliki lapisan atmosfer tipis dan tidak memiliki efek rumah kaca memiliki temperatur rata-rata -32o Celcius.

Kontributor terbesar pemanasan global saat ini adalah Karbon Dioksida (CO2), metana (CH4) yang dihasilkan agrikultur dan peternakan (terutama dari sistem pencernaan hewan-hewan ternak), Nitrogen Oksida (NO) dari pupuk, dan gas-gas yang digunakan untuk kulkas dan pendingin ruangan (CFC). Rusaknya hutan-hutan yang seharusnya berfungsi sebagai penyimpan CO2 juga makin memperparah keadaan ini karena pohon-pohon yang mati akan melepaskan CO2 yang tersimpan di dalam jaringannya ke atmosfer. Setiap gas rumah kaca memiliki efek pemanasan global yang berbedabeda. Beberapa gas menghasilkan efek pemanasan lebih parah dari CO2. Sebagai contoh sebuah molekul metana menghasilkan efek pemanasan 23 kali dari molekul CO2. Molekul NO bahkan menghasilkan efek pemanasan sampai 300 kali dari molekul CO2. Gas-gas lain seperti chlorofluorocarbons (CFC) ada yang menghasilkan efek pemanasan hingga ribuan kali dari CO2. Tetapi untungnya pemakaian CFC telah dilarang di banyak negara karena CFC telah lama dituding sebagai penyebab rusaknya lapisan ozon.

http://en.wikipedia.org/wiki/Global_warming
http://www.msnbc.msn.com/id/6662932

ANTARA ZIONISME DAN YAHUDI

Musim panas tahun 1982 menjadi saksi atas kebiadaban luar biasa yang menyebabkan seluruh dunia berteriak dan mengutuknya dengan keras. Tentara Isrel memasuki wilayah Lebanon dalam suatu serbuan mendadak, dan bergerak maju sambil menghancurkan sasaran apa saja yang nampak di hadapan mereka. Pasukan Israel ini mengepung kamp-kamp pengungsi yang dihuni warga Palestina yang telah melarikan diri akibat pengusiran dan pendudukan oleh Israel beberapa tahun sebelumnya. Selama dua hari, tentara Israel ini mengerahkan milisi Kristen Lebanon untuk membantai penduduk sipil tak berdosa tersebut. Dalam beberapa hari saja, ribuan nyawa tak berdosa telah terbantai.

Terorisme biadab bangsa Israel ini telah membuat marah seluruh masyarakat dunia. Tapi, yang menarik adalah sejumlah kecaman tersebut justru datang dari kalangan Yahudi, bahkan Yahudi Israel sendiri. Profesor Benjamin Cohen dari Tel Aviv University menulis sebuah pernyataan pada tanggal 6 Juni 1982:

Saya menulis kepada anda sambil mendengarkan radio transistor yang baru saja mengumumkan bahwa ‘kita’ sedang dalam proses ‘pencapaian tujuan-tujuan kita’ di Lebanon: yakni untuk menciptakan ‘kedamaian’ bagi penduduk Galilee. Kebohongan ini sungguh membuat saya marah. Sudah jelas bahwa ini adalah peperangan biadab, lebih kejam dari yang pernah ada sebelumnya, tidak ada kaitannya dengan upaya yang sedang dilakukan di London atau keamanan di Galilee…Yahudi, keturunan Ibrahim…. Bangsa Yahudi, mereka sendiri menjadi korban kekejaman, bagaimana mereka dapat menjadi sedemikian kejam pula? … Keberhasilan terbesar bagi Zionisme adalah de-Yahudi-isasi bangsa Yahudi. ("Professor Leibowitz calls Israeli politics in Lebanon Judeo-Nazi" Yediot Aharonoth, 2 Juli 1982)

Benjamin Cohen bukanlah satu-satunya warga Israel yang menentang pendudukan Israel atas Lebanon. Banyak kalangan intelektual Yahudi yang tinggal di Israel yang mengutuk kebiadaban yang dilakukan oleh negeri mereka sendiri.

Pensikapan ini tidak hanya tertuju pada pendudukan Israel atas Lebanon. Kedzaliman Israel atas bangsa Palestina, keteguhan dalam menjalankan kebijakan penjajahan, dan hubungannya dengan lembaga-lembaga semi-fasis di bekas rejim rasis Apartheid di Afrika Selatan telah dikritik oleh banyak tokoh intelektual terkemuka di Israel selama bertahun-tahun. Kritik dari kalangan Yahudi sendiri ini tidak terbatas hanya pada berbagai kebijakan Israel, tetapi juga diarahkan pada Zionisme, ideologi resmi negara Israel.

Ini menyatakan apa yang sesungguhnya terjadi: kebijakan pendudukan Israel atas Palestina dan terorisme negara yang mereka lakukan sejak tahun 1967 hingga sekarang berpangkal dari ideologi Zionisme, dan banyak Yahudi dari seluruh dunia yang menentangnya.
Oleh karena itu, bagi umat Islam, yang hendaknya dipermasalahkan adalah bukan agama Yahudi atau bangsa Yahudi, tetapi Zionisme.
Sebagaimana gerakan anti-Nazi tidak sepatutnya membenci keseluruhan masyarakat Jerman, maka seseorang yang menentang Zionisme tidak sepatutnya menyalahkan semua orang Yahudi.

Asal Mula Gagasan Rasis Zionisme

Setelah orang-orang Yahudi terusir dari Yerusalem pada tahun 70 M, mereka mulai tersebar di berbagai belahan dunia. Selama masa
‘diaspora’ ini, yang berakhir hingga abad ke-19, mayoritas masyarakat Yahudi menganggap diri mereka sebagai sebuah kelompok masyarakat yang didasarkan atas kesamaan agama mereka. Sepanjang perjalanan waktu, sebagian besar orang Yahudi membaur dengan budaya setempat, di negara di mana mereka tinggal. Bahasa Hebrew hanya tertinggal sebagai bahasa suci yang digunakan dalam berdoa, sembahyang dan kitab-kitab agama mereka. Masyarakat Yahudi di Jerman mulai berbicara dalam bahasa Jerman, yang di Inggris berbicara dengan bahasa Inggris. Ketika sejumlah larangan dalam hal kemasyarakatan yang berlaku bagi kaum Yahudi di negara-negara Eropa dihapuskan di abad ke-19, melalui emansipasi, masyarakat Yahudi mulai berasimilasi dengan kelompok masyarakat di mana mereka tinggal. Mayoritas orang Yahudi menganggap diri mereka sebagai sebuah ‘kelompok agamis’ dan bukan sebagai sebuah ‘ras’ atau ‘bangsa’. Mereka menganggap diri mereka sebagai masyarakat atau orang ‘Jerman Yahudi’, ‘Inggris Yahudi, atau ‘Amerika Yahudi’.

Namun, sebagaimana kita pahami, rasisme bangkit di abad ke-19. Gagasan rasis, terutama akibat pengaruh teori evolusi Darwin, tumbuh sangat subur dan mendapatkan banyak pendukung di kalangan masyarakat Barat. Zionisme muncul akibat pengaruh kuat badai rasisme yang melanda sejumlah kalangan masyarakat Yahudi.

Kalangan Yahudi yang menyebarluaskan gagasan Zionisme adalah mereka yang memiliki keyakinan agama sangat lemah. Mereka melihat “Yahudi” sebagai nama sebuah ras, dan bukan sebagai sebuah kelompok masyarakat yang didasarkan atas suatu keyakinan agama.
Mereka mengemukakan bahwa Yahudi adalah ras tersendiri yang terpisah dari bangsa-bangsa Eropa, sehingga mustahil bagi mereka untuk hidup bersama, dan oleh karenanya, mereka perlu mendirikan tanah air mereka sendiri. Orang-orang ini tidak mendasarkan diri pada
pemikiran agama ketika memutuskan wilayah mana yang akan digunakan untuk mendirikan negara tersebut. Theodor Herzl, bapak pendiri Zionisme, pernah mengusulkan Uganda, dan rencananya ini dikenal dengan nama ‘Uganda Plan’. Kaum Zionis kemudian menjatuhkan pilihan mereka pada Palestina. Alasannya adalah Palestina dianggap sebagai ‘tanah air bersejarah bangsa Yahudi’, dan bukan karena nilai relijius wilayah tersebut bagi mereka.

Para pengikut Zionis berusaha keras untuk menjadikan orang-orang Yahudi lain mau menerima gagasan yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan agama mereka ini. Organisasi Yahudi Dunia, yang didirikan untuk melakukan propaganda masal, melakukan kegiatannya di negara-negara di mana terdapat masyarakat Yahudi. Mereka mulai menyebarkan gagasan bahwa orang-orang Yahudi tidak dapat hidup secara damai dengan bangsa-bangsa lain dan bahwa mereka adalah suatu ‘ras’ tersendiri; dan dengan alasan ini mereka harus pindah dan bermukim di Palestina. Sejumlah besar masyarakat Yahudi saat itu mengabaikan seruan ini.

Dengan demikian, Zionisme telah memasuki ajang politik dunia sebagai sebuah ideologi rasis yang meyakini bahwa masyarakat Yahudi tidak seharusnya hidup bersama dengan bangsa-bangsa lain. Di satu sisi, gagasan keliru ini memunculkan beragam masalah serius dan tekanan terhadap masyarakat Yahudi yang hidupnya tersebar di seluruh dunia. Di sisi lain, bagi masyarakat Muslim di Timur Tengah, hal ini memunculkan kebijakan penjajahan dan pencaplokan wilayah oleh Israel, pertumpahan darah, kematian, kemiskinan dan teror.

Banyak kalangan Yahudi saat ini yang mengecam ideologi Zionisme. Rabbi Hirsch, salah seorang tokoh agamawan Yahudi terkemuka, mengatakan:

‘Zionisme berkeinginan untuk mendefinisikan masyarakat Yahudi sebagai sebuah bangsa .... ini adalah sesuatu yang menyimpang (dari ajaran agama)’. (Washington Post, 3 Oktober 1978)

Seorang pemikir terkemuka, Roger Garaudy, menulis tentang masalah ini:

Musuh terbesar bagi agama Yahudi adalah cara berpikir nasionalis, rasis dan kolonialis dari Zionisme, yang lahir di tengah-tengah (kebangkitan) nasionalisme, rasisme dan kolonialisme Eropa abad ke-19. Cara berpikir ini, yang mengilhami semua kolonialisme Barat dan semua peperangannya melawan nasionalisme lain, adalah cara berpikir bunuh diri. Tidak ada masa depan atau keamanan bagi Israel dan tidak ada perdamaian di Timur Tengah kecuali jika Israel telah mengalami “de-Zionisasi” dan kembali pada agama Ibrahim, yang merupakan warisan spiritual, persaudaraan dan milik bersama dari tiga agama wahyu: Yahudi, Nasrani dan Islam. (Roger Garaudy, "Right to Reply: Reply to the Media Lynching of Abbe Pierre and Roger Garaudy", Samizdat, Juni 1996)

Dengan alasan ini, kita hendaknya membedakan Yahudi dengan Zionisme. Tidak setiap orang Yahudi di dunia ini adalah seorang Zionis. Kaum Zionis tulen adalah minoritas di dunia Yahudi. Selain itu, terdapat sejumlah besar orang Yahudi yang menentang tindakan kriminal Zionisme yang melanggar norma kemanusiaan. Mereka menginginkan Israel menarik diri secara serentak dari semua wilayah yang didudukinya, dan mengatakan bahwa Israel harus menjadi sebuah negara bebas di mana semua ras dan masyarakat dapat hidup bersama dan mendapatkan perlakuan yang sama, dan bukan sebagai ‘negara Yahudi’ rasis.

Kaum Muslimin telah bersikap benar dalam menentang Israel dan Zionisme. Tapi, mereka juga harus memahami dan ingat bahwa permasalahan utama bukanlah terletak pada orang Yahudi, tapi pada Zionisme.

rujukan dari Harun Yahya

Merah Jambu Persegi Panjang

Zaman dahulu kala dinegri nun jauh disana. Hiduplah seorang pencuri yang sangat sakti mandraguna. Namanya telah dikenal diseluruh negri sebagai pencuri nomor wahid. Tidak ada yang tidak dapat ia curi, semua pasti bisa.

Tetapiii.., yang aneh tapi nyata, ia tidak pernah tertangkap dalam setiap aksinya. Banyak orang yang bertanya-tanya "apa sih rahasianya". Pencuri nomor wahid menjawab " Gampang, dalam setiap aksiku aku selalu membawa benda ini ". Ia pun mengeluarkan benda yang cukup besar dan panjang mengkilat berwarna merah jambu.

" WAAAW ....., keren sekali, itu namanya apa yah ? " banyak orang terkagum-kagum melihatnya. " Ini adalah barang kepunyaan saya pribadi, tidak sembarang orang boleh melihat " sang pencuri membalas. "wah beruntung sakali kita, namanya apa benda itu bang?""benda ini bernama, pintu kemana saja" tutup sang pencuri nomor wahid. JGERRRRRRR hahahahahahaha.....

Perjalanan Waktu

Sudah saatnya merasakan saat-saat yang akan dihadapi nanti dengan impian dan imajinasi.Bukan saatnya mengingat saat dahulu yang selalu terbebani saat masa itu datang dengan kiasan..
Saat-saat yang sudah kulalui pasti akan selalu ada bersama pikiranku namun ku selalu mencoba untuk tidak bersama hatiku. Semua yang berasal pasti akan berakhir, hanya ada satu cara untuk bisa merubah itu semua. Hanya dengan cara memohon, meminta dan berharap pada Sesuatu yang terhebat, termegah, terdahsyat, Dialah Sang Raja yang sesungguhnya Raja.

Perjalanan waktu tidak akan berakhir hanya dengan ku selalu mengingat masa-masa itu. Hanya karena ku selalu mengingat dan terbayang masa itu, hadirnya saat itu disaat ku bersamamu, terlintas di pikiran tuk selalu ingin mendapatkan kata-kata yang tidak pernah terucap yang memungkinkanku untuk tidak mengingat masa itu, rasa yang ingin dicurahkan pada waktunya yang ku lalui di masa itu.
Seluruh masa itu tidak akan pernah berakhir, hanya saja aku selalu berharap dirimu tidak akan menjadikan itu semua untuk menghindarkan hatimu yang sudah kulihat dan ku rasa memang dirimu bisa merubah semua pada diriku.

Bersama diri ini dirimu seharusnya bisa merasakan diri ini saat ini. Tidak hanya selalu berharap sesuatu, namun bantuku saatku berharap sesuatu. Jangan bebani diri ini saat kau selalu membawaku pada saat ku merasakan bahwa hidup ini bisa teratasi dengan terpenuhnya hati dan rasa ini dengan kesabaran dan kepekaan.
Bimbingan dan kebangganmu sudah penuh dalam hati tapi hatiku selalu memberikan ruang untuk apapun darimu yang tidak akan pernah terbuang dan hati akan selalu mengikuti apa dan berapapun yang kau tujukan untuk hati ini..

Terasa berat memang saat awal bersamaku, mungkin..
Dalam dirimu..
Ku percaya dapat menjalani waktu untuk bisa menyadari itu semua.
Pendewasaan dalam langkahan hidupmu akan menjadikanmu bisa membawa semuanya dalam pendewasaan diri dan akan menjadi perjalanan hidup yang teriring dengan ringkasan masa-masa di belakangmu.
Terangkan hati dan batinmu dengan pengaharapan pada Sang Pencipta.
Bawa diriku dalam pengaharapanmu.
Buat diriku selalu dalam hatimu.
Harapkan diriku bisa menemanimu

Lalang

Ku kenal dirimu saat aku sendiri

Sendiri dalam angan yang berduri

Walaupun ku tahu kau takkan menolehku,

Dengan segala kesederhanaanmu

Disaat ku berlari tuk meraih tanganmu

Kaupun seakan tak mau berlalu

Dan kau jamah jiwa yang fana ini

Dengan senyum manismu

Disaat kita kan berpadu

Memasrahkan hati untuk menyatu

Lalang yang tak dipupuk pun tumbuh subur

Membuat kau bimbang akan langkahmu

Dirimu pun berhenti tuk melangkah

Seolah mencari ladang yang berlalang

Walaupun harus perih dihati menyatu dan menyapa

Membuat dirimu tidak lagi tenang

Walaupun lalang yang tak dipupuk tumbuh subur

Ku ingin bungaku senantiasa tetap mekar

Tuk temani tidurku bila malam nanti

Bunda I

Saat, ku lihat embun pagi menjelang

Rintik-rintik hujan telah membasahi reremputan

Sinar mentari telah membawa kehangatan dalam tubuh

Kasih dan sayang telah kau pancarkan

Sejak dari ku lahir hingga aku besar nanti

Wahai bunda

Ketabahan dalam hatimu

Selalu membuat diriku senang

Cintamu selalu…

Membuatku bahagia

Bunda dengarkanlah…

Sebuah sajak puisi dari anakmu ini…

Yang tulus dari hati yang paling dalam…

Kontroversi Ujian Akhir Nasional

Ujian Akhir Nasional (UAN) adalah ujian akhir bagi semua siswa kelas akhir pada setiap jenjang pendidikannya yang diadakan oleh negara. Jumlah mata pelajaran yang diujikan setiap tahun berbeda pada tahun 2008 saja terdapat 6 (enam) mata pelajaran yang diujikan, sedangkan pada tahun 2007 hanya 3 (tiga) mata pelajaran. banyak juga peraturan-peraturan mengenai Ujian Akhir Nasional yang selalu berubah setiap tahunnya, seperti peraturan menteri No.45 Tahun 2006 mengenai UAN tahun 2007. peraturan ini membawa dua perubahan jika dibandingkan dengan pelaksanaan Ujian Akhir Nasional pada tahun 2006. Pertama, pelaksanaan UAN dilaksanakan lebih awal dan mendahului Ujian Sekolah. Kedua, mensyaratkan rata-rata 5,0 untuk mata pelajaran yang di-UAN-kan. Siswa sebagai konsumen pendidikan harus mendapatkan perlakuan yang adil dari pemerintah yang seharusnya bertindak sebagai fasilitator pendidikan bukan sebagai penentu keputusan saja. Dari peraturan yang disebutkan diatas ada beberapa anggapan yang menolak diberlakukannya perlakuan itu antara lain : pertama, Mendiknas terbukti mengambil kebijakan yang arogan dan tidak etis, karena dengan mendahulukan regulasi UAN dari pada mendahulukan regulasi Ujian Sekolah, dan memajukan jadwal Ujian Nasional sebelum Ujian Sekolah dilaksanakan identik dengan aktivitas yang mendorong kesan negatif atas seluruh proses pembelajaran yang telah diupayakan 3 (tiga) tahun sebelumnya. Hal ini berarti akan semakin “diremehkan” oleh siswa dan guru, sementara UAN akan semakin sangat penting. Kedua, alasan penolakan atas UAN adalah bahwa peraturan tersebut secara implisit melarang sekolah melakukan Ujian Sekolah untuk mata pelajaran yang di UAN-kan. Ini berarti, seluruh proses pembelajaran selama 3 (tiga) tahun untuk mata pelajaran tersebut diingkari (terutama untuk kegiatan belajar yang bersifat membangun kompetensi afektif dan motorik), dan kelulusan hanya ditentukan saat UAN.

Banyak pro dan kontra yang terjadi mengenai pelaksanaan UAN ini. Sebagian dari siswa yang tidak lulus bahkan mengambil keputusan untuk mengakhiri hidupnya saja, istilah UAN sendiri terkesan berubah menjadi Ujian Akhiri Nyawa, hal ini disebut demikian karena apabila hasil ujian tersebut tidak mendapatkan kelulusan maka langkah yang akan diambil selanjutnya adalah mengakhiri nyawanya sendiri atau biasa disebut dengan nama bunuh diri. Fenomena ini tentunya melanggar norma dan nilai yang berlaku dalam masyarakat, karena keputusan bunuh diri adalah keputusan yang sangat tidak tepat. Berikut ini beberapa sisi negatif dan positif dari UAN.

Ø Sisi negatif :

1. UAN membawa efek psikologis yang cukup berat. Secara umum pelajar yang akan menghadapi ujian akan mengalami kecemasan neurotik atau biasa disebut sebagai ketakutan yang berlebihan. Hingga hal ini membawa dampak serius dalam proses belajar. Pelajar yang dalam keadaan psikologisnya tidak stabil (takut, tertekan, marah, cemas, dll) akan terhambat dalam proses belajarnya. Sehingga hasil ujiannya pun tidak akan berhasil dengan baik.

2. UAN telah menggrogoti wibawa professional guru dan menjadikan guru sebagai profesi yang tidak layak dipercaya. Hal ini tentunya melanggar UU Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 Pasal 58 ayat 1, yang menyatakan bahwa evaluasi hasil belajar peserta didik dilakukan oleh pendidik untuk memantau proses, kemajuan dan perbaikan hasil belajar peserta didik secara berkesinambungan. Disini, UAN diselenggarakan secara sepihak oleh pemerintah telah mengabaikan hak guru dan sekolah terkait untuk evaluasi dan menilai hasil dari proses belajar siswanya sendiri. Ini berarti ada pelanggaran terhadap kebebasan sekolah dan guru.

3. UAN hanya mencakup aspek kognitif (pengetahuan) dan tidak mencakup aspek psikomotorik maupun afektif. Dalam hal ini melanggar hak seorang siswa.

4. Kaidah dan norma etika dalam pendidikan telah dilanggar karena banyaknya kecurangan-kecurangan yang terjadi, baik itu dari pihak guru maupun dari pihak pemerintah dan siswa itu sendiri.

5. UAN dapat dikatakan melanggar etika nilai ekonomis karena dalam pelaksanaannya membutuhkan dana yang tidak sedikit. Selain itu proses pembelajaran selama 3 (tiga) tahun tentunya bukan sesuatu hal yang sebentar dan murah, namun rasanya sia-sia apabila proses penentuan kelulusan hanya berlangsung selama 3 (tiga) hari saja. Disini terjadi ketidak efesiensian waktu.

6. konsentrasi pendidikan lebih terfokus pada beberapa mata pelajaran yang diujikan sehingga cenderung menomor satukan mata pelajaran yang diujikan tersebut. Dengan demikian banyak lulusan yang menggangur karena tidak bisa menciptakan pasar kerja dan tidak laku di bursa kerja sebab kemampuan mereka terbatas.

7. Penyamarataan UAN merugikan dan melanggar etika dan norma yang berlaku mengenai keadilan, karena sesungguhnya kondisi pada masing-masing sekolah sangat beragam, dimana sekolah yang berada dikota-kota besar mempunyai potensi lebih unggul, karena didukung dengan segala fasilitas yang dibutuhkan seperti laboratorium, komputer, perpustakaan yang memadai dan sarana pendukung lainnya yang sangat mendukung potensi siswa. Hal ini tentunya berbeda dengan sekolah-sekolahyang ada di pedalaman.

8. Secara tidak sadar keberadaan UAN telah menimbulkan persaingan antar pengusaha-pengusaha yang bergerak dibidang BIMBEL, bimbel-bimbel tersebut terkadang menomor satukan kuantitas pembiayaannya dan terkesan mengkesampingkan kualitas pendidikan yang didapatkan oleh siswa. Hal ini tentunya melanggar etika hak menyelenggrakan pendidikan oleh lembaga pendidik dalam hal ini adalah BIMBEL.

9. Kurikulum yang selalu berubah setiap tahunnyamembuat sebagian besar pendidik dan peserta didik bingung, karena belum menguasai sistem yang satu sudah berubah lagi menjadi sistem yang lain. Hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak pun semakin jauh dari kenyataan.

Ø Segi positif :

1. UAN menjadikan para peserta didik dalam hal ini siswa untuk lebih giat belajar. Hal ini tentunya sangat baik sekali untuk menumbuhkan rasa kepercayaan diri siswa.

2. UAN diselenggarakan dalam rangka untuk mengetahui daya percapaian target dari standar nasional yang ditetapkan. Dengan adanya UAN, maka kita akan mengetahui daerah tertentu yang sudah mampu atau yang belum memenuhi target, untuk itu kedepannya perlu ditingkatkan.

3. UAN dapat menjadi penyatu antara guru sebagai pelaku pendidikan sebagai evaluasi dan otoritas pemerintah pengupaya peningkatan mutu pendidikan nasional, sehingga diperlukan adanya kerjasama yang baik agar tercipta keseimbangan.

4. Keberagaman Indonesia, mencakup pula keberagaman kualitas SDM dan proses pendidikannya. Indikasi tidak kualitas pendidikan sangat jelas terjadi. Di era Otonomi daerah, UAN diharapkan mendorong peningkatan kualitas pendidikan.

5. Dengan adanya pencapaian semua target dan cakupan materi kurikulum pada jenjang pendidikan tersebut yang telah ditetapkan melaui pelaksanaan UAN, menyebabkan mereka berhak menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.

6. Peraturan pelaksanaan UAN akan memacu kreativitas dan daya berfikir peserta didik sehingga menjadikan anak lebih maju.

Hal-hal diatas adalah beberapa sisi negatif dan positif UAN. Untuk menjawab atas pro dan kontra diatas maka berikut beberapa solusi yang mungkin dapat dipertimbangkan dalam pelaksanaan ujian kelulusan kedepannya.

1. Ujian kelulusan ada baiknya dilaksanakan berdasarkan ujian sekolah. Pemetaan dan pengembangan sekolah-sekolah diserahkan pelaksanaanya kepada daerah, sebab mereka lebih mengetahui sejauh mana kemampuan dan potensi daerahnya.

2. Pelaksanaan evaluasi hasil belajar ada baiknya disesuaikan dengan standar kompetensi masing-masing sekolah karena terdapat keberagaman potensi dari kemampuan tiap-tiap sekolah.

3. Buat keputusan strategis berupa strategi-strategi edukatif yang tidak merugikan siswa. Strategi edukatif yang dimaksud adalah bagaimana guru dan orang tua murid memfasilitasi, memotivasi dan menguatkan serta membantu siswa agar mereka dapat belajar dengan baik. Cara-cara ini lebih konstruktif daripada mempersoalkan keberadaan UAN dan menggunakan standar kelulusan yang rendah.

4. Untuk para orang tua, sebaiknya dapat mengukur dan mengetahui kemampuan anak-anaknya, sehingga dapat mengantisipasi kegagalan dan tidak menyalahkan pihak-pihak tertentu.

5. UAN memang situasional dan dalam konteks sekarang ini masih dijadikan alat ampuh dan efektif. Namun hal ini jangan dijadikan penentu kelulusan tunggal dan mutlak, dan ada faktor lain yang sebaiknya menjadi bahan pertimbangan lain, sebaiknya harus ada sinkronisasi dan keterlibatan pihak lain yang masih terkait, baik dalam jajaran pemerintah daerah maupun sekolah setempat.

6. Pemerintah dalam menentukan kebijakan seharusnya lebih bijaksana, menimbang efek yang akan timbul tanpa mengorbankan salah satu pihak yang terlibat maupun tidak terlibat.

7. Standar kelulusan harus mencakup aspek-aspek pembelajaran yaitu aspek kognitif, aspek afektif, dan aspek psikomotorik. Karena dengan ketiga komponen tersebut akan benar-benar dapat menunjukan kapasitas yang sesungguhnya dari para siswa.


Semoga saja pendidikan Indonesia akan semakin baik untuk kedepannya...
Para pemuda pejuang bangsa mari bersama-sama memajukan bangsa ini....

SEMANGAT...!!!