Perkembangan Sosiologi setelah Perang Dunia ke II

Perkembangan sosiologi setelah Perang Dunia II banyak dipengaruhi perkembangan sosiologi di dalam dunia kampus perguruan tinggi. Mata kuliah sosiologi untuk pertama kali diajarkan dalam bahasa Indonesia oleh Soenario Kolopaking pada Akademi Ilmu Politik di Yogyakarta yang kini dilebur ke dalam Universitas Gadjah Mada dan menjadi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik. Selain itu dibukanya kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk memperdalam ilmu sosiologi di luar negeri menjadi pendorong berkembangnya sosiologi di Indonesia.
Selain itu perkembangan sosiologi di Indonesia didukung oleh munculnya buku-buku sosiologi karangan orang Indonesia dengan menggunakan Bahasa Indonesia dan hadirnya buku-buku sosiologi dari luar negeri dalam bahasa terjemahan. Djody Gondokusumo (Sosiologi Indonesia) merupakan buku yang mulai diterbitkan setelah pecahnya revolusi fisik dan memuat beberapa pengertian dasar dari sosiologi yang teoritis dan bersifat sebagai filsafat. Hassan Shadily (Sosiologi untuk Masyarakat Indonesia) merupakan buku pelajaran pertama berbahasa Indonesia yang memuat bahan-bahan sosiologi yang modern dan dijadikan bahan ajar bagi para mahasiswa yang mulai belajar sosiologi sebagai ilmu pembantu. Mayor Polak (Sosiologi Suatu Pengatar Ringkas, dan buku yang berjudul Pengantar Sosiologi Pengetahuan, Hukum dan Politik).
Selo Soemardjan juga menulis buku yang merupakan desartasinaya untuk memperoleh gelar doctor di Cornell University, AS yang berjudul Social Change in Yogyakarta. Selaian itu, Selo Soemardjan melalui bukunya yang ditulis bersama Soelaiman Soemardi dengan judul Setangkai Bunga Sosiologi dipakai sebagai bahan wajib pada beberapa perguruan tinggi negeri dan swasta. Untuk selanjutnya, atas jasa-jasa Selo Soemardjan dalam mengembangkan sosiologi di Indonesia, beliau sering dianggap sebagai Bapak Sosiologi Indonesia.

Sifat Hakekat Sosiologi

Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi dalam (Soekanto, 1982:20-23) mengungkapkan mengenai beberapa sifat hakikat sosiologi sebagai berikut:
  1. Sosiologi adalah suatu ilmu social dan bukan merupakan ilmu pengetahuan alam ataupun ilmu pengetahuan kerohanian.
  2. Sosiologi bukan merupakan disiplin yang normative, akan tetapi merupakan disiplin yang kategoris. Artinya sosiologi membatasi pada apa yang terjadi dewasa ini, bukan mengenai apa yang terjadi dan seharusnya terjadi.
  3. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni (Pure Science) dan bukan merupakan ilmu pengetahuan terapan yang terpakai (Applied Science)
  4. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang abstrak dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang konkret. Artinya, bahwa yang diperhatikan adalah bentuk dan pola-pola peristiwa dalam masyarakat tetapi bukan wujudnya yang konkret.
  5. Sosiologi bertujuan untuk menghasilkan pengertian-pengertian dan pola-pola umum. Artinya, sosiologi meneliti dan mencari apa yang menjadi prinsip atau hukum-hukum umum dari interaksi antar umat manusia dan juga perihal sifat, hakikat, bentuk, isi, dan struktur masyarakat manusia.
  6. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang empiris dan rasional. Artinya, bahwa hal ini berkaitan denngansoal metode sosiologi yang digunakan.
  7. Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan yang umum dan bukan merupakan ilmu pengetahuan yang khusus. Artinya, sosiologi mempelajari gejala umum yang ada dalam setiap interaksi antar manusia.

Pengertian Sosiologi

Soekanto (1982:57) mengungkapkan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari struktur sosial dan proses sosial, termasuk di dalamnya perubahan-perubahan social. Lebih lanjut dijelaskan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan kemasyarakatan yang kategoris, murni, abstrak, berusaha memberi pengertian-pengertian umum, rasional, empiris dan bersifat umum.
Masih dalam sumber yang sama dipaparkan mengenai beberapa definisi sosiologi dari beberapa ahli sebagai berikut:
  1. Pitirim Sorokin, mengatakan bahwa sosiologi adalah suatu ilmu yang mempelajari hubungan dan pengaruh timbal balik antara aneka gejala social, gejala social dengan gejala non social, dan ciri-ciri umum semua jenis gejala social.
  2. Roucek dan Warren, mengatakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang hubungan anatara manusia dalam kelompok-kelompok.
  3. William F. Ogburn dan Meyer F. Nimkoff, berpendapat bahwa sosiologi adalah penelitian seara ilmiah terhadap interaksi social dan hasilnya yaitu organisasi social.
  4. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi menyatakan bahwa sosiologi atau ilmu masyarakat adalah adalah ilmu yang mempelajari struktur social dan proses-proses social, termasuk perubahan social. (Soekanto, 1982:19)

Ciri-Ciri Sosiologi sebagai Ilmu Pengetahuan

Johnsons, 1967 (dalam Soekanto,1982:14-15) mengemukakan ciri-ciri sosiologi sebagai Ilmu pengetahuan. Adapun ciri-ciri utamanya adalah sebagai berikut:
  1. Sosiologi bersifat empiris. Artinya sosiologi didasarkan pada observasi terhadap kenyataan dan akal sehat serta hasilnya tidak bersifat spekulatif.
  2. Sosiologi besifat teoritis. Artinya sosiologi selalu berusaha menyusun abstraksi dari hasil-hasil observasi.
  3. Sosiologi bersifat kumulatif. Artinya bahwa teori sosiologi dibentuk atas dasar teori-teori yang sudah ada dalam arti memperbaiki, memperluas atau memperhalus teori-teori lama.
  4. Sosiologi bersifat non-etis. Artinya permasalahan yang dipersoalkan bukanlah buruk atau baiknya fakta tertentu, akan tetapi tujuannya adalah untuk menjelaskan fakta tersebut secara analitis.

Introduction

Hello, let’s join with radhitisme online in sociology education. In this part we’ll discuss about why did the sociology was studied as one of the lesson at the school? Why did the sociology become a lesson at the tertiary educational institutions? Why many people did consider that sociology identic with any criminal action, poverty, dirty of settlement, vagrant, prostitutions, demonstration and any bad image other? Why there were parts of the people consider that sociology as producer of trouble maker society? Why sociology did ever be considered as a dangerous ideology?

Some questions above is not true with sociology image now. Now, sociology be interest knowledge for many people in the world. Sociology present so had become a medium strategic to social problem solving. Only to develop the word about sociology, take attention the social behavior on the one of isolated ethnic. Do they know the mean of sociology? Do they understand that they are became as object for knowledge of sociology? Had they aware that specialist of sociology has study their behavior with any research method and theoretical sociology? Can the isolated ethnic make a analysis to behavior them self in the sociological perspective? In the fact, what’s sociology? Why do we need learn it’s?

The problems context above is main lesson that must answer after learn this chapter. It’s doesn’t only read the material in my website radhitisme, it’s more important if you cab be able to understand what our behavior and our community in beside us on the sociological perspective. Lets study next with me in radhitisme online and remain to save your spirit....

Antara Angin dan Dia

aku terbaring menatap langit-langit kamar dan aku ingat sesuatu
tak sekedar ingat, tapi cukup bergaung di kepala penjelasan pak hamdani
personifikasi yang membuat kematian menjadi hidup
baru saja deras hujan yang tertiup angin membuatku membayangkan masa lalu
ku beranjak, ku kenakan sebuah baju tebal kesayangan pemberiannya
karena aku khawatir bila membuatnya khawatir kalau sampai angin merasuk tubuh ku

angin pernah membantu ahmad dhani ketika jatuh cinta
dia meminta angin untuk menyampaikan pesan cintanya, lalu angin bersenandung
apa aku jatuh cinta? angin membuat ku jatuh cinta?
ku tanyakan berulang hal itu di kepala ku, apa aku jatuh cinta?
ku buka memori lalu ketika ku ingat personifikasi, itu masa smp ku
yaa, kini ku ingat aku pernah berkeluh kesah pada angin tentang cinta ku

lalu ku mulai menulis hal indah tentangnya yang masih ku ingat
ah, tentu ku ingat karena ku fikir saat mencintai dengan tulus, setiap momen pasti terkenang
alm. pak ginting pernah berkata 'berfikirlah 1x lebih banyak dari orang biasa'
aku mencintai dia, sejak dulu, kini dan mungkin nanti karena aku tulus
kini ku minta angin menyimpan rasa ini, bawalah kemana kau mau wahai angin
ku mau kau menjaga dia, menjaga rasa itu agar tetap ada meski tak ada bagi nya.

sekarang ku duduk di teras bagai craig david yang sedang insomnia
menatap langit gelap tertutup awan mendung dan hujan
hanya kamu wahai angin, membelai ku dan menarik baju tebal ku
aku tahu kamu ingin mengajak ku bergerak menata esok
aku tahu pula kamu mengerti hidup ku harus tetap berjalan seperti mu
untuk mu wahai angin, simpanlah rahasia bahwa sejak lama aku mencintainya