Menciptakan Lingkungan Perumahan Perkotaan yang Berkualitas


-->
Kualitas suatu lingkungan merupakan salah satu persoalan utama di dalam perancangan kota dan selalu menjadi perdebatan. Perdebatan tersebut tidak terlepas dari dinamika pendekatan masalah perancangan kota itu sendiri sebagai bagian dari sebuah proses pembangunan kota yang bersifat multidimensi. Orientasi perancangan kota yang ada pada ada pada awalnya cenderung melihat persoalan kualitas lingkungan kota secara fisik (sosial) juga mulai bergeser pada isu-isu yang lebih berkelanjutan. Akan tetapi, permasalahan tidak berhenti sampai disitu saja karena konsep dasar keberlanjutan itu sendiri mencakup beberapa dimensi di dalamnya yaitu dimensi sosial, lingkungan (ekologis), maupun ekonomi. Dengan demikian ukuran kualitas lingkungan kota menjadi suatu hal yang tidak sederhana seperti yang dipikirkan.
Prinsip perancangan kota karenanya harus menawarkan harapan akan pertumbuhan ekonomi serta mendorong peningkatan kualitas hidup dan menjadikan kota mejadi lebih berkelanjutan (Moghtin, 1996). Berbagai pendekatan muncul dan salah satu yang banyak digunakan untuk meningkatkan kualitas lingkungan perkotaan yang berkelanjutan adalah dimensi ekologi. Pendekatan ini merupakan respon atas berbagai kenyataan yang memperlihatkan besarnya skala dampak yang ditimbulkan akibat dari kerusakan lingkungan. Kualitas lingkungan perkotaan karenanya tidak cukup hanya dikaitkan dengan aspek fisik yang terkait visual dan spasial. Kualitas lingkungan perkotaan juga harus dilihat dari kemampuannya menjadi tempat tinggal dan bekerja yang menyenangkan serta mampu mendorong keragaman hayati, integritas ekologi serta menjaga sumberdaya alamiah.
Kriteria kualitas lingkungan tersebut tampaknya perlu menjadi perhatian terutama dalam pengembangan perumahan di perkotaan. Sebagai bagian dari sistem perkotaan, pengembangan perumahan mempunyai pengaruh sangat penting terhadap kualitas lingkungan perkotaan. Pengembangan perumahan mampu mendorong kapasitas pertumbuhan dan peningkatan kualitas lingkungan perkotaan baik secara sosial maupun fisik. Namun banyaknya kebutuhan lahan untuk pengembangan perumahan berdampak pada berkurangnya kemampuan lingkungan alam. Untuk itu pengembangan perumahan perkotaan harus dapat mengefisienkan dan mengefektifkan penggunaan sumberdayanya yang sangat terbatas khususnya tanah perkotaan.
Saat ini dalam memenuhi kebutuhan perumahan, pemerintah terus mendorong pemilikan rumah melalui pengembangan perumahan menengah ke bawah. Upaya tersebut tidak lepas dari banyaknya manfaat pemilikan rumah baik secara sosial, ekonomi maupun lingkungan. Pemilikan rumah diyakini dapat membantu menstabilkan lingkungan ketetanggaan (neighborhood) dan memperkuat komunitas. Strategi ini juga menciptakan insentif bagi lingkungan dan individual yang penting untuk memelihara dan memperbaiki properti pribadi dan ruang publik. Semua itu merupakan syarat untuk menciptakan lingkungan perkotaan yang berkualitas. Namun pemilikan rumah oleh keluarga menengah ke bawah ternyata tidak otomatis menghadirkan manfaat secara optimal.
Orientasi pengembangan yang lebih terfokus pada kuantitas daripada kualitas telah mempengaruhi buruknya kualitas lingkungan perkotaan seperti diindikasikan dengan fenomena rumah kosong pada perumahan menengah ke bawah. Kondisi tersebut menyebabkan lingkungan perumahan mengalami penurunan kualitas akibat rumah-rumah dibiarkan kosong. Hal yang tampak menjelaskan bahwa faktor prasarana dasar mempunyai pengaruh menentukan kualitas lingkungan perumahan. Pentingnya peranan faktor ini dapat menjadi dasar strategi untuk meningkatkan kualitas lingkungan perumahan di perkotaan.
Tuntutan tersebut tentunya sulit untuk realisasikan apabila diterjemahkan secara sempit oleh para pengembang perumahan. Untuk menaggulangi persoalan kualitas prasarana dasar tersebut pemerintah seharusnya dapat mengambil alih peran penyediaan yang selama ini dibebankan kepada para pengembang. Dengan demikian tidak ada upaya penurunan kualitas oleh pengembang sehingga pengembangan perumahan menjadikan lingkungan perkotaan yang lebih berkualitas yang dapat memacu pertumbuhan ekonomi serta sosial dan mendorong peningkatan kualitas hidup dan menjadikan kota lebih berkelanjutan.

2 komentar: